Semakin ku rasakan kesedihan ini, semakin kurasakan
kehampaan ini, semakin kurasakan pula ke tidak berdayaan aku.
Tapi aku harus kuat, aku harus bisa melewatinya, dan aku
harus tetap bertahan hidup.
Walau kini tak kurasakan belaiannya disaat aku membutuhkan
belaian tangannya
Walau kini tak kurasakan pelukan hangat darinya yang bisa
menyamankanku
Walau kini tak bisa ku kecup pipinya yang membuatku senang
Walau kini tak bisa ku dengar lantunan ayat dan doa2 darinya
yang membuat ku tenang dan terbangun di malam hari.
Mamah,,taukah kau setiap desah nafas ini setiap detak jantung ini selalu
teringat akan sosokmu
Sosok yang sangat amat aku rindukan, teramat sangat rindu
mamah
Mamah hanya doa yang bisa aku kirimkan setiap shalat dan
setiap aku mengingat dirimu
Mamah kebahagiaan yang Allah berikan saat ini semua ini
berkatmu mamah
Berkat doa-doa yang selalu kau panjatkan untuk anak-anakmu
Berkat semua nasehat yang kau berikan pada kami.
Mamah kami yakin di alam sana kau sudah menemukan kebahagiaan
melebihi kebahagiaan di alam dunia semasa mamah hidup.
Mamah ingin sekali rasanya aku berbagi cerita yang dulu
setiap malam kita lakukan
Mamah yang selalu setia mendengarkan semua critaku
Mamah yang tak pernah bosan mendengarkan semua keluh kesah ,
semua cerita tentangku
Mamah yang selalu memberikan nasehat padaku.
Taukah engkau dari semenjak awal tau bahwa teteh dinyatakan
hamil dan sampai sekarang selalu tth ingat, mamah ingin sekali menggendong cucu
dari anak mamah.
Walau kini mamah tidak bisa merasakan tapi tth yakin mamah
bisa melihat disana dan menyaksikan kebahagiaan anak-anak mamah.
